Seperti ‘Drag Racing Games’


Kalau boleh diibaratkan, rasa rasanya hidup ini seperti permainan ‘drag racing games’ 🙂 : untuk mencapai karir kemenangan (menguasai lomba) dibutuhkan keahlian dan strategi jitu dalam memainkannya. *** Tahapan permainan ini terdiri sampai 10 level. Setiap levelnya, mempunyai lawan serta pilihan mobil berbeda beda sesuai kelasnya masing-masing. Dan, lawan atau pesaing (termasuk kendaraan yang disediakannya)…

Bagian ‘Vital’ Dari Perempuan


Dimanakah bagian itu? Kata Ari Laso: “Sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya. Sentuh dengan setulus cinta, buat hatinya terbang melayang.” Kalau kata teman saya beda lagi. Katanya, “sentuhlah dia dengan segepok uang.” Ya, dua duanya benar ga ada yang salah. Kalau ‘disentuh’ CUMA hatinya saja, khawatir akan kurang secara materi (jangan…

Olahraga Pagi, Kenapa Tidak?


Jika kita disuruh memilih antara bangun pagi terus olahraga, dengan tiduran di kasur empuk lengkap dengan selimut hangatnya, kira-kira akan memilih yang mana? Sepertinya mendingan memilih tidur tiduran dulu. Barang lima atau sepuluh menit lagi. Lalu setelah itu, “tar lah sebentar lagi, lagian ini kan hari libur.. saatnya bermalas-malasan.” Sebentar dan sebentar lagi. Sampai akhirnya…

Bono (U2): Musik Untuk Kesejahteraan Warga Dunia


Bono. Beliau adalah vokalis band rock asal Irlandia — U2. Ia dilahirkan di Dublin (Irlandia) pada tanggal 10 Mei 1960 lampau dari seorang ayah yang menganut Katolik Roma dan Ibu Protestan. Namun demikian, pada sebuah kesempatan beliau pernah berucap: “Saya selalu merasa seolah-olah berada di pagar.” Julukan nama Bono didapat dari nama sebuah toko yang…

Bucket List (hal-hal penting yang HARUS dikejar & capai dalam hidup)


https://www.facebook.com/#!/notes/toni-santoni/sebuah-dongeng-untuk-ayah/252258954803686

Berhubung blog ini baru, dan saya belum punya ide menulis lagi, jadi saya akan copy-paste tulisan yang pernah saya buat di sini. Hehehe..

Alkisah, ada seorang anak yang menyaksikan ayahnya menyia-nyiakan kakeknya yang telah renta. Suatu ketika sang ayah memasukan kakek tua tersebut ke dalam keranjang secara diam-diam untuk di buang ke hutan, lantaran sudah tidak sanggup menghadapi dan meladeni orang tua yang mungkin rewelan sikapnya kembali seperti anak kecil. Menyaksikan gerak-gerik ayahnya yang mencurigakan tersebut, sang anak diam-diam mencari tahu ke mana tujuan ayah wembawa kakek dalam sebuah keranjang, maka diikutilah sang ayah.

Sesampainya di hutan, melihat sang ayah menurunkan kakek dari dalam keranjang, tahulah anak tersebut bahwa ayahnya berniat membuang kakek, maka muncullah sang anak dan berkata, “Yah, keranjangnya jangan di buang, tolong di bawa pulang ya, nanti suatu saat pasti saya butuh.”

Sang ayah keheranan atas permintaan anaknya, lantas menanyakan alasan permintaan anak tersebut. “Untuk apa, nak?”

“Untuk saya gunakan membuang ayah nanti kalau ayah sudah setua kakek,” ucap sang anak.
***

Cuplikan dongeng ini saya kutif dari buku “Mengelola PAUD”

Sekadar Menulis Pun Sebuah Kenikmatan!


Sudut pandang. Setiap kepala memiliki sudut pandang masing-masing terhadap segala sesuatu. Berkaitan dengan kegiatan menulis, biasanya selalu tersimpan sebuah motif, minimal mengakuinya dalam hati. Seperti tulisan ini juga, tentu saja ada motifnya! Pada kondisi tertentu saya menghargai kecenderungan orang dalam menulis sesuatu, apa pun tulisan itu. Entah itu tulisan status (catatan) di facebook, entah itu…