Blogging, Cerpen, curhat, info, Life, Uncategorized

Gara-gara Buku Itu


Beberapa hari yang lalu.

Secara kebetulan, saya melihat sebuah buku kecil berdebu tergolek begitu saja diantara tumpukan barang-barang rongsok milik nenek istri saya —katanya mau di ‘kilo’ ke tukang rongsok. Cover bukunya berwarna ijo, dengan gambar seorang anak laki-laki sedang melamun di atas tempat tidur lengkap dengan selimut hangatnya. Judulnya: “Tommy si Pengadu (dan cerita-cerita lain)” karangan Enid Blyton. Tebalnya kira-kira satu senti.

Sekilas memang biasa-biasa saja tak ada yang menarik sama sekali. Tapi karena saya penasaran, saya pungut buku itu. Dan entah mengapa, tiba-tiba saya inget anak saya, Ova.

Dulu, sebelum dia masuk TK saya pernah ngomong ke dia, bunyinya kira kira begini: “Iya, nanti ayah beliin. Jangan nangis lagi, ya!” Gara-gara rebutan buku sama mamangnya, sambil nangis dia ngadu ke saya minta dibeliin buku yang sama persis: komik Dora Emon. Padahal waktu itu dia belum bisa membaca sama sekali. Tapi karena dia nangis dan keukeuh minta dibeliin, saya beliin juga akhirnya.

Namun sampai sekarang komik itu masih ‘utuh’, belum pernah dibacanya. Paling cuma diliat liat gambarnya doang asal asalan. Pernah sekali minta dibacain oleh saya, tapi hanya beberapa halaman saja. Ujung ujungnya, “mendingan nonton filmnya ajah, ah,” katanya sambil bukunya ditutup. 🙂

Nah, sekarang dia udah mau SD, udah bisa nulis, berhitung, maupun membaca (meskipun masih terbata-bata). Kebetulan ini ada buku anak-anak, moga-moga ceritanya cocok dan bagus buat anak seusia Ova. Selain untuk melatih kemampuan membacanya, tentu saja (mudah-mudahan) mampu juga merangsang kebiasaannya menjadi gemar membaca. Lagi pula pihak sekolah menganjurkan orang tua murid untuk mencari buku buku cerita anak selain yang diberikan dari sekolah.

Singkat kata, setelah minta ijin nenek, buru buru saya ‘amankan’ buku itu sebelum akhirnya jatuh ke tangan si tukang rongsok. Kemudian saya ‘habisi’ semuanya sampai halaman terakhir. Dan kesimpulannya: hei, benar saja, buku ini ternyata bagus. Ceritanya banyak mengandung pesan-pesan moral mendasar. Paparannya juga sederhana, ‘renyah’, kadang humoris. Dan yang saya salut, ide idenya memukau sekaligus jeli. Tidak hanya itu ternyata, dilengkapi pula selipan-selipan gambar menarik didalamnya. Rasanya buku ini cocok banget buat anak-anak seusianya. Dia pasti senang.

Benar saja. Begitu dia tau saya bawain buku cerita, senengnya bukan main. Air mukanya mendadak berubah, meletup-letup seperti orang yang menang lotre. “Itu buku apaan, yah? Tapi ko jelek!” Katanya sambil mengamati gambar sampulnya penasaran. Sampulnya memang sedikit lusuh dan terkesan kotor, tapi dalemannya masih rapih. “Ga apa apa jelek juga, yang penting kan ceritanya bagus,” jawab saya. Kemudian dibuka buka. Lalu judulnya dibaca satu per satu dengan susah payah dan sedikit terbata-bata. “Ga-ra-ga-ra-u-ang-nya-ter-bang,” ia mengejanya. Ya, buku kecil itu mengandung beberapa cerita pendek bergambar dengan judul-judul menarik di dalamnya. Antara lain:

• Gara-gara Uangnya Terbang
• Terompet Mobil Idaman
• Krak! Krak! Krak!
• Bila Mainan Marah
• Tommy si Pengadu
• Tempat Tidur Berjalan
• Binky si Tukang Pinjam

Setelah selesai membaca semua judulnya, tiba-tiba keningnya berkerut, nanya lagi: “Krak krak krak teh apa itu, yah?” Ucapnya sambil mencari cari halaman judul tersebut. “Baca saja dulu, nanti juga Ova tau sendiri apa itu,” jawab saya meyakinkannya. Setelah ketemu halamannya, tanpa banyak bicara lagi dia langsung membacanya, “krak krak krak.” Ba-bi-bu-be-bo ia membaca. Lalu hening sejenak. Dan, sekian menit kemudian, “bacain ah sama ayah sampai beres,” katanya tiba tiba. Mau tidak mau, akhirnya saya bacain juga sampai selesai. Halaman demi halaman.

Sejak itu, gara-gara buku itu, sekarang alhamdulillah dia jadi suka baca. Dia jadi sering membaca buku cerita, terutama cerita “Krak! Krak! Krak!” dan “Bila Mainan Marah”. Meskipun sudah hafal jalan ceritanya, kadang dibaca lagi. Atau minta di bacain ulang, baik oleh saya maupun ibunya. Kalau engga, dia bisa manyun. Baeud.

Ini dia bukunya,

Kalau ada yang tertarik, atau sekadar pengen tau ceritanya (terutama buat yang punya bocah kecil), barangkali masih bisa dipesan di sini atau di toko buku terdekat. Dan buat yang udah punya, saya yakin masih menyimpannya samapai sekarang. Kenapa? Ya, karena memang ceritanya bagus-bagus. Serius!

Iklan

1 thought on “Gara-gara Buku Itu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s