Blogging, curhat, Kesehatan, Life

Panggilannya Ova.. :)


ilustrasi foto nyolong dari google..

15 Februari 2008 anak pertama saya lahir, namanya Deanova. Sekarang ia sedang tumbuh dan berkembang menjadi seorang bocah cantik yang manis (siapa lagi yang suka ngumbar puja-pujian anaknya selain orang tuanya sendiri :)). Usianya kini baru 5 tahun lebih sedikit. Tapi gerak geriknya nyaris kaya orang ‘gede’. Apa memang semua anak perempuan (seusianya) selalu begitu? Mungkin juga! Beberapa bukti soal itu akan saya berikan nanti di bawah. Sekarang saya mau lompat dulu ke masa lampau sebelum anak saya lahir.

Dahulu kala..  setiap kali saya membayangkan akan seperti apa istri saya nanti, yang pertama kali kepikiran adalah: punya bocah perempuan dengan umur sekitar 4 atau lima tahunan, rambut sedikit pirang dikuncir atas, lalu saya gendong di atas pundak lengkap dengan jajanan ringan ditangan kanannya. Itulah yang sering kali dibayangkan sebelum saya menikah. Beneran! Yaa memang sih.. sering juga ngebayangin calon ibunya. 🙂 Tapi tidak sesering itu.

Kini, gambaran sosok anak semacam itu benar-benar sudah di depan mata kepala saya sendiri –hampir persis dengan apa yang saya bayangkan dulu– bahkan didalam hati maupun jiwa. Sekarang, coba bayangkan rasanya gimana? Bayangkan saja nggak apa-apa! Yang saya rasakan setelah memilikinya ternyata biasa-biasa saja. Artinya, rasa itu tidak sehebat dulu; tidak sekuat sebelum saya memiliki anak. Hanya saja, rasa ingin memiliki yang dulu pernah ada dan begitu hebat rupanya sirna ditelan sebuah keharusan untuk merawat dan menjaganya. Paling engga sampai dewasa nanti. Kemudian setelahnya, ia harus merenda sendiri pengalaman-pengalamannya.

Pertanyaannya mungkin, apakah itu yang sering disebut sebagai ‘tanggung jawab’? Kalau memang iya berarti, rasa ingin memiliki sesuatu–dan belum pernah dimiliki sebelumnya– yang cukup hebat bisa leleh/kalah oleh rasa tanggung jawab yang juga begitu kuat. Benarkah? Dengan kata lain, ketika kita menginginkan sesuatu yang belum kita miliki, apakah kita juga siap dengan tanggung jawab menjaga dan merawatnya? Kalau memang siap, lanjutkan! Tapi kalau ragu, terserah! Mau dilanjut mau engga, yang ngejalanin kan sampeyan. Saran saya, kalau masih ragu mendingan jangan. Setidaknya tahan dulu (sebentar) sampai benar-benar siap.

Nah, sekarang kita balik lagi ke paragraf awal. Tadi saya akan menyebutkan berberapa bukti tingkah polah anak saya seperti layaknya orang ‘gede’. Begini:

Pertama, entah mengapa setiap ia nonton acara sinetron ‘Monyet Cantik 2’, saya selalu menangkap beberapa mimik mukanya orang dewasa. Misalnya, pada saat adegan adegan atau dialog yang berbau-bau ‘cinta-ABG’ berikut ‘emosi emosinya’, kok air mukanya seperti meletup-letup kaya anak dewasa! Senyam-senyum sendiri kaya yang ‘ngerti’, padahal kan masih anak-anak? Itu satu.

Kedua, jika saya bandingkan dengan ponakan saya yang cowok (usianya hanya beda dua minggu lebih muda dari anak saya) pertumbuhannya jauh lebih cepat ketimbang sepupunya itu. Kalau kata sundanya: anak cewe mah ‘leuwih hideng’ alias ‘lebih ngerti’ dibanding anak laki-laki. Ada yang ngomong begitu memang.

Ketiga, ini yang terakhir saya tangkap adalah, toleransi atau rasa tanggung jawabnya gede (terutama di rumah). Itu sering saya liat dan rasakan ketika saya sibuk bongkar-bongkar sesuatu. Lagi benerin TV, bongkar CPU, nyuci motor, ibunya masak misalnya, suka ’ngarewong’ ingin bantuin. Saya pikir ni anak memang suka membantu atau sekadar seneng nimrung?  Yang jelas, ada kalanya saya justru merasa terbantu. Apa memang anak perempuan mah begitu? Entahlah..

“Kalau bandelnya gimana dong?” Barangkali ada yang nanya gitu. Saya ga mau cerita soal bandelnya atau rewelnya.. PUSYIIING! 🙂

ini dia anaknya..
ini dia anaknya..

Salam! @SatuJoeli

Iklan

2 thoughts on “Panggilannya Ova.. :)”

  1. Wah cantik namanya secantik anaknya.. Saya jadi ndak sabar nunggu putri saya segede ini.. Membayangkannya diajak travelling sambil digendong di pundak.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s