Mimpi Buruk?


Kemarin malem saya mimpi. Entah mengapa mimpi itu seakan-akan begitu nyata. Biasanya  kalau malemnya mimpi, pagi sudah lupa lagi. Tapi kali ini tidak, bener bener seperti nyata. Saya hampir mengingat kronologisnya dari A sampai Z, tanpa iklan. Kenapa ingatan saya jadi sehebat ini? Bisa jadi ini disebabkan karena tema mimpinya adalah mimpi SEREM. Atau memang ingatan saya lagi bagus bagusnya. Entahlah! Yang jelas, saya masih hafal betul kejadiannya.

Sebelum saya menceritakannya, saya ingin tahu model mimpi seperti apa yang dianggap serem? Apakah seperti layaknya film horor: dikejar kejar setan sampai lari terbirit birit ketakutan setengah mati. Dan setelah lolos dari pengejaran, tiba tiba menemukan diri sendiri berada di sebuah tempat yang asing, entah di mana. Mungkin di kuburan, di hutan, atau di rumah tua yang gelap dan lembab—dengan nafas ngos-ngosan. Kadang seperti kena eureup-eureup. Disaat seperti itu sulit membedakan antara mimpi dan nyata. Mau membuka mulut saja susah. Logika entah kemana. Sementara pikiran terus melayang di udara dihantui rasa takut dan cemas. Atau misalnya seperti—mimpi kepala kita putus. Dan salah satu bagian tubuh kita ada yang hilang ga tau rimbanya. Atau mungkin juga, mimpi ada salah seorang keluarga kita meninggal dunia. Tapi sesaat sebelum dikubur tiba-tiba hidup lagi. Semua orang yang ada di situ—termasuk Anda (si pemimpi)—kaget bukan main. Ketakutan. Bertanya-tanya dalam hati: kenapa demikian, apa yang terjadi? Kemudian, selang beberapa detik Anda bangun membuka mata. Melihat jam. Mengumpulkan kepingan-kepingan ingatan yang masih berserakan di sana sini. Setelah terkumpul, tarik nafas dalam-dalam, lagi dan lagi. Sampai akhirnya merasa tenang. Ternyata itu hanya sebuah mimpi. Mimpi belaka.

Diantara beberapa contoh mimpi tadi, apakah itu termasuk jenis mimpi mimpi serem? Kalau jawabannya ya, berarti anggapan kita serupa. Mimpi-mimpi semacam itulah yang merupakan mimpi serem (atau mimpi buruk).

O ya.. soal mimpi saya tadi, ada penjelasan yang lebih menarik daripada itu. Coba kita lihat!

Mimpi, dilihat dari sudut pandang Islam dibagi menjadi dua macem. Yakni mimpi BAIK dan mimpi BURUK. Anda pernah nonton salah satu acara ceramah subuh—Tabir Mimpi? Ada Ust Abi Makki sering membahas soal tafsir (ta’wil) mimpi. Maksud saya, saya ingin mengatakan ternyata waktu dan setiap adegan yang terjadi dalam sebuah mimpi mengandung arti tersendiri bagi si pelakunya. Tentunya buat mimpi ‘baik’.

Pengertian Mimpi baik di sini yaitu, mimpi yang dirasakan oleh si pemimpi berupa sesuatu yang baik bagi dirinya. Bukan berupa kesedihan, bukan pula hal-hal yang dirasa membuat kita gundah dan gelisah. Terus ada juga yang mengatakan mimpi baik cirinya tidak didahului oleh khayalan atau pikiran sebelum tirdur, mimpinya benar-benar datang dengan sendirinya, tidak terkait dengan kejadian sebelum si pemimpi tertidur. Mimpi baik itu datangnya dari Allah SWT, dan sepatutnya bagi kita yang mengalami mimpi baik, segera memanjatkan puji dan syukur kepada-Nya. Berdoa, lalu ceritakanlah mimpi baik itu kepada orang yang dianggap baik.

Sedangkan mimpi buruk adalah, mimpi yang dirasakan tidak baik atau mengandung muatan-muatan negatif. Biasanya, mimpinya itu menyebabkan rasa sedih, takut, khawatir berlebihan, gundah, dan gelisah (alias galau gemalau). Mimpi buruk ini datangnya dari syaitan. Sebagai musuh utama kita, syaitan sejatinya selalu mengganggu umat manusia dari segala bentuk situasi, termasuk melalui mimpi.

Nah, biar lebih meyakinkan lagi saya akan kutip beberapa hadis—yang saya colong dari situs tetangga sebelah—yang menyebutkan perihal mimpi.

Abu Sa’id Al-Khudri—bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apabila sesorang dari kamu melihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah SWT (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya, dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR Bukhari)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, yang artinya:

“Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”. Para sahabat bertanya: ”apa itu berita-berita gembira?” jawab Rasulullah: “mimpi yang baik” (HR Bukhari).

Diriwayatkan juga bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW:

“Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang.” Maka Nabi SAW mencelanya dan bersabda: “janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain), itu permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi[mu]”. (HR. Muslim)

Begitulah kata sebuah hadis. Kesimpulannya, saya jadi berubah pikiran untuk tidak menceritakan mimpi saya tadi. Biarlah mimpi buruk itu saya simpen sendiri. Dalam hati. 🙂

***

Semoga bermanfaat..

@SatuJoeli

Iklan

2 pemikiran pada “Mimpi Buruk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s