Blogging, curhat, Life

Menunggu Lahirnya Anak ke 2



Kata Bidan Tuti, sekitar satu atau dua mingguan lagi anak ke dua saya akan lahir. Jangan jangan bareng sama puasa. Kalau memang iya, syukur lah. Itu artinya, ia lahir di bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Penuh barokah.

Tapi saya masih belum nemu nama yang sreg buat dia. Masih menimbang-nimbang. Maunya sih nama-nama islam tapi ga terlalu islami, ditambah nanti belakangnya nama saya sendiri. Beberapa memang sudah ada, tapi masih belum yakin. Tinggal ngobrol-ngobrol dulu sama orang tua. Beres!

O ya, kemungkinan besar laki-laki. Soalnya dulu pas di USG, cowo. Dan memang banyak yang nebak begitu. Dilihat dari bentuk perut dan kebiasaannya, berbeda sekali dengan kehamilannya yang dulu. Misalnya jarang dandan, jadi rada males malesan, dan bentuk perutnya lonjong (ga kaya dulu, bulet). Terus kata dokter, biasanya hasil USG itu jarang meleset. Namun tetap saja, kuasa penuh ada ditangan Tuhan, punya yang di atas. Jadi apa pun jenis kelaminnya nanti, yang jauh lebih penting adalah dua duanya sehat walafiat dan selamat. Amin ya roballalamin!

Si sulung, sekarang usianya 5 tahun lebih. Tampaknya ia begitu seneng menyambut kehadiran adiknya. Setiap perut ibunya gerak gerak, ia selalu ingin tahu apa yang dilakukannya di dalam sana. “Si ade lagi ngapain ya bu?” Katanya sambil ngelus ngelus perut ibunya.

Saya jadi inget dulu ketika usianya baru tiga tahunan. Melihat tetangga punya anak bayi, ia sering kali merengek rengek minta ade. Disangkanya mungkin bikin anak itu seperti bikin kue. Katanya, “Ayah cepetan bikin ade teh, Ova udah ga sabar.” Iya.. sabar ya, jawab saya tanpa banyak komentar. Lalu katanya lagi, “Ayah ayah, biar nanti si adenya manis kaya Ova, kasih gulanya yang banyak ya…” Saya ngakak dalam hati. Memangnya membuat anak itu gampang? 🙂

Sembilan bulan yang lalu, ternyata doa saya dikabul. Istri saya benar benar hamil. Setelah di periksa, katanya usia kandungannya sudah dua minggu. Dan anak saya –begitu mendengar berita itu, senengnya bukan main. Ia mendadak jadi anak penurut. Jarang rewel.

Sekarang tinggal menghitung hari. Menunggu proses lahiran berjalan. Tapi mengapa jadi saya yang was was…? 🙂

Iklan

2 thoughts on “Menunggu Lahirnya Anak ke 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s