Blogging, Inspirasi, Kesehatan, Life, Rutinitas

Olahraga Pagi, Kenapa Tidak?



Jika kita disuruh memilih antara bangun pagi terus olahraga, dengan tiduran di kasur empuk lengkap dengan selimut hangatnya, kira-kira akan memilih yang mana? Sepertinya mendingan memilih tidur tiduran dulu. Barang lima atau sepuluh menit lagi. Lalu setelah itu, “tar lah sebentar lagi, lagian ini kan hari libur.. saatnya bermalas-malasan.” Sebentar dan sebentar lagi. Sampai akhirnya pagi terang benderang. Sudah siang. Olahraga pun ‘lewat’.

Barangkali alasan alasan semacam itulah yang sering bersemayam di dalam hati. Kenapa demikian? Karena sudah menjadi ketentuan kalau watak manusia selalu menginginkan yang nyaman nyaman dan serba aman. Lalu kesempatan kita untuk melakukan hal hal yang lebih bermanfaat —dalam hal ini olahraga pagi misalnya— lewat begitu saja tanpa kita sadari ternyata kesehatan tubuh kita telah dikelabui oleh rasa malas. Kalau dibiarkan terus-menerus seperti itu (tanpa olahraga) akan berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Ujung ujungnya daya tahan tubuh jadi lemah dan gampang sakit.

Tapi tunggu dulu, rasa malas bisa kita lawan sedikit demi sedikit. Dengan kemauan keras, niat sungguh-sungguh, saya percaya kita pasti bisa melawannya. Konon katanya rasa malas (sifat negatif) yang muncul dalam diri kita adalah ciptaan alam bawah sadar yang sering kali menggoda kita dengan mengatas namakan RASA NYAMAN. Kalau mental kita lemah, kita akan kalah. Kemudian disadari atau tidak, alam bawah sadarlah yang akan menang dan mampu menguasai gerak-laju tubuh. Atau saya lebih seneng menyebutnya ‘setan dalam hati’. Namun di sini saya tekankan, bukannya tidak boleh menikmati rasa nyaman, sewajarnya boleh, tetapi terlalu lama berada di zona nyaman, kita cenderung ogah-ogahan. Tipis sekali perbedaan antara ‘merasa nyaman’ dengan MALAS. Jadi hati-hatilah.

Saya pernah dengar sebuah pernyataan Musuh terbesar hidup kita adalah kenyamanan. Saya pikir-pikir ternyata benar, Banyak peristiwa semacam itu terjadi dalam kehidupan saya. Salah satunya ini: ketika saya merasa nyaman dengan seringnya tidur-tiduran dulu sebentar pada saat alarm bunyi, seakan akan saya tidak mampu lagi ‘berpikir jernih’. Terbuai dan hanyut di dalam hangatnya selimut, dan akhirnya bablas ketiduran sampai siang. Apalagi hari Minggu. Padahal, sedikit saja saya lawan ego itu, terus bangun, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang lebih manfaat yang musti saya lakukan selain tidur-tiduran-malas. Seperti olahraga pagi misalnya. Itu akan lebih baik.

Tidak usah yang berat berat, yang gampang gampang saja. Misalnya, sit up dan push up. Atau kalau kita mau menikmati udara luar, kita bisa jalan-jalan sebentar atau lari lari keliling komplek. Bisa juga pelemasan tubuh, seperti jaman sekolah saat menjelang praktek olahraga dimulai. Saya rasa itu sudah cukup untuk tahap awal. Berikutnya kita bisa mengaturnya lebih baik lagi. Sampai akhirnya kegiatan itu mengkristal menjadi rutinitas pagi.

Dulu, sebelum saya melakukan rutinitas ini, saya sering sakit-sakitan. Badan gampang cape. Dikasih perubahan cuaca sedikit saja langsung pilek. Batuk. Tapi sekarang alhamdulillah, setelah rutin melakukannya, tubuh jadi semakin bugar dan seger. Pikiran jadi lebih fresh. Lebih enjoy.

Bagaimana dengan Anda?
***

Follow me @SatuJoeli 🙂

Iklan

2 thoughts on “Olahraga Pagi, Kenapa Tidak?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s